04 Juli 2016 | Puisi | 739 hits

Puisi Moh. Ghufron Cholid

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

PENGEMBARAAN KEDUA

malam minggu
aku tiba di tanahmu
berdesakan waktu
menyalami kalbu
berebutan percaya
bertapa di binar mata

langit bertaburan lampu-lampu waktu
menurun ke hati
jelma lentera nurani
naik ke mata
jadi mata doa
buat tiap kedatangan

ada yang terlepas
cemas
ada yang tergenggam
hati temaram
ada yang teraduk
rindu
ada yang terseduh
tabah

pengembaraan kedua
melumat hampa
meresap ridha
dalam dada.

Madura, 14 Juni 2014

 


MEMPERSUNTING KENANGAN

sebelah duka sebelah suka
menarik-narik jiwa

mencongkel usia
merunduk sukma

di gemawan waktu
melayang-layang harap

di dasar laut rindu
terobok-obok kalbu

kenangan, mata waktu
menitip sembilu
mengajarkan hati
ketabahan hari

aku terkepung bayang-bayang
bimbang mengapung
kesetiaan
menahan laju kegundahan.

Blega, 15 Juni 2014

 


GURU DAN WAKTU YANG BERJALAN

waktu terus berjalan
mengajarkan ketabahan
mengajarkan pengabdian
dan kesetiaan

pohon-pohon kenakalan tumbang
batang-batang keangkuhan patah
tanah-tanah tumbuh kasih
resah tak singgah

terlumat kesal
tertahan binal
baktimu guru mengakar
merekah mawar

malam menajamkan renung
waktu tergulung sembahyang
mengingat kearifanmu guru
yang tak mengenal debu
yang tak henti menyuarakan restu
dalam kamar kalbu

tanamlah doamu guru
dalam ragam waktu
yang telah berganti baju
biar kalbu tak ditimang gugup
biar harap tak telungkup.

Madura, 14 Juni 2014

 

RINDU YANG MELESAT

Aku menemukan rindu melesat
Menembus pusar khidmat
Aku rapatkan getar
Aku ukur debar
Aku rangkai zikir-zikir
Air tafakur
Mengalir, hapus dahaga
Jiwa yang kerontang
Mengapung kasih sayang

Aku menemukan rindu melesat
Memusat
Melerai hasud
Menuntun sujud
Merenda langit takut.

Madura, 13 Juni 2014

 


PERJALANAN BERSAMA EITHEL*)

kata-kata beranak-pinak cahaya
kita berjumpa

dalam puisi
selarik sekata
: merdeka

dalam kembara
secita sedoa
: duta bahasa.

Junglorong, 10 Februari 2016

*) Eithel, seorang penyair Mexico. Kami berjumpa semasa Kongres Penyair sedunia ke-33 di Ipoh, Malaysia, 2013. 

 


MOH. GHUFRON CHOLID
Karya-karyanya tersiar di Mingguan Malaysia, Mingguan Wanita Malaysia, Mingguan Warta Perdana, Utusan Borneo, Tunas Cipta, Daily Ekspres, New Sabah Time, Bali Pos, Radar Surabaya, dll. Juga terbit dalam berbagai antologi yang terbit di Indonesia dan luar negeri. Membacakan puisinya di forum-forum sastra di Surabaya, Pekalongan, Yogyakarta, Jakarta, dan lain-lain. Juga di Rumah Pena, Kualalumpur, Malaysia (2012) dan UPSI Perak, Malaysia (2012). Menghadiri Kongres Penyair Sedunia ke-33 di Ipoh, Malaysia (2013). Buku terbarunya, Menemukan Allah (Pena House, 2016). Tinggal di Sampang, Madura, Jawa Timur.