Penilaian: 1 / 5

Aktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

RUMUSAN HASIL MUSYAWARAH NASIONAL SASTRAWAN INDONESIA (MUNSI) TAHUN 2017

Setelah mendengar dan memperhatikan sambutan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan diskusi yang berkembang, baik dalam sidang panel maupun kelompok, Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta,  18—20 Juli 2017 merumuskan hal-hal sebagai berikut.

Rekomendasi tentang Pemberdayaan Komunitas Sastra

  1. Perlu peningkatan kemitraan antara komunitas sastra dan lembaga pemerintah serta lembaga swasta.
  2. Badan Bahasa (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) perlu membuat pangkalan data komunitas sastra.

Rekomendasi tentang Sastra Siber dan Alih Media

  1. Perlu pembakuan istilah sastra siber, sastra virtual, sastra maya, alih media, alih wahana, ekranisasi, dan istilah lain yang berkaitan dengan itu.
  2. Perlu tautan khusus sastra siber pada laman Badan Bahasa.

Rekomendasi tentang Internasionalisasi Sastra

  1. Badan Bahasa perlu berkoordinasi dengan atase kebudayaan di perwakilan Indonesia di seluruh dunia untuk
  2. memperkenalkan sastra Indonesia melalui pengajaran bahasa Indonesia;
  3. mencari dan memanfaatkan jaringan dan kegiatan sastra internasional; dan
  4. memperbanyak pusat bahasa dan sastra Indonesia di luar negeri.
  5. Badan Bahasa perlu meningkatkan kemitraan dengan atase kebudayaan asing yang ada di Indonesia untuk mempromosikan sastra Indonesia.
  6. Badan Bahasa perlu membentuk bidang penerjemahan.
  7. Badan Bahasa perlu menjalin kemitraan dengan Indonesianis untuk melakukan kerja sama dengan sastrawan Indonesia.
  8. Laman Badan Bahasa perlu menambah halaman khusus karya sastra Indonesia dalam berbagai bahasa secara tekstual dan audiovisual.
  9. Badan Bahasa perlu memberikan penghargaan sastra setingkat Asia Pasifik.

Rekomendasi tentang Riset Sastra

  1. Badan Bahasa perlu meningkatkan riset tentang sastra lisan dan sastra etnik.
  2. Badan Bahasa perlu memfasilitasi sastrawan dalam melakukan riset untuk penulisan karya sastra.
  3. Badan Bahasa perlu meningkatkan penerbitan karya dan hasil penelitian sastra.
  4. Badan Bahasa perlu menyelenggarakan pelatihan riset untuk penulisan kritik sastra.

Rekomendasi tentang Fasilitasi Sastra

  1. Badan Bahasa perlu meningkatkan jumlah peserta, jangkauan wilayah, dan lama waktu residensi pada Program Pengiriman Sastrawan Berkarya.
  2. Badan Bahasa perlu meningkatkan informasi dan publikasi program penghargaan kepada sastrawan dan hasil-hasil pengembangan sastra.
  3. Badan Bahasa melaksanakan Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) tiga tahun sekali.
  4. Badan Bahasa perlu mengadakan Kongres Sastra Indonesia setiap lima tahun sekali.

Rekomendasi tentang Pengajaran Sastra

  1. Badan Bahasa perlu menyediakan buku pengayaan pengajaran sastra untuk semua jenjang pendidikan.
  2. Badan Bahasa perlu melakukan penyederhanaan dan penerbitan karya sastra sesuai dengan jenjang pendidikan.

 

Jakarta, 20 Juli 2017

Tim Perumus

  1. Ahmadun Yosi Herfanda (Ketua)
  2. Maman S. Mahayana (anggota)
  3. Eka Budianta (anggota)
  4. Yudhistira A.N.M. Massardi (anggota)
  5. Yoseph Yapi Taum (anggota)
  6. Free Hearty (anggota)
  7. Mustakim (anggota)
  8. Dad Murniah (anggota)
  9. Sastri Sunarti (anggota)
  10. Prih Suharto (anggota)
  11. Nur Hayati (anggota)